Tuesday, January 31, 2012

RG2011... Assad Terancam Dibunuh Seperti Khadafi

 

Aulia Akbar
Foto : Presiden Suriah Bashar al Assad & Istrinya (The Week)
Foto : Presiden Suriah Bashar al Assad & Istrinya (The Week)
DAMASKUS - Saat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) membahas masalah Suriah, oposisi Suriah langsung melontarkan ancaman. Mereka mengatakan, bahwa Presiden Bashar al Assad beserta istri dan anaknya akan dibunuh seperti halnya Moammar Khadafi.

Presiden Assad menolak usulan dari setiap pihak yang memintanya agar melakukan transisi kekuasaan di Suriah. Assad pun tak henti-hentinya dituding melakukan aksi brutal terhadap para demonstran anti-pemerintah di negaranya.

"Assad dan keluarganya akan dibunuh di Suriah, mereka akan mengalami peristiwa berdarah. Dua bulan yang lalu, kami menawarkannya untuk mundur dari jabatan dengan cara damai. Namun dirinya justru menumpahkan darah terhadap warganya. Assad akah dibunuh seperti halnya Khadafi," ujar salah seorang aktivis yang ditahan oleh Suriah Haitham Maleh, seperti dikutip Daily Telegraph, Selasa (31/1/2012).

Komentar Maleh muncul setelah istri dari Presiden Assad, Asma Assad, gagal melarikan diri dari Suriah. Asma berhasil dihadang oleh pasukan oposisi Suriah yang memblokir akses jalanan menuju bandara.

Ibu Negara Suriah Asma al-Assad yang merupakan lulusan dari King's College, London, dikenal sebagai sosok yang cerdas serta memiliki selera fashion yang tinggi. Majalah fashion ternama Vogue bahkan menjuluki Asma sebagai Rose in the Desert.

Meski demikian, Asma sering disebut sebagai Marie the Antoinnete Suriah karena memiliki gaya hidup yang sangat mewah.

Hingga saat ini, krisis Suriah pun masih tetap berlangsung dan semakin memanas. Prancis dan Inggris sudah membujuk Rusia yang mengancam akan memveto Resolusi DK PBB terhadap Suriah. Barat menganggap, Suriah memang harus ditindak karena korban jiwa akibat kekerasan yang berlangsung di Suriah tampak meningkat.

Arab Saudi Siap Akui Oposisi Suriah


Foto : Pangeran Saud al Faisal (guardian)
Foto : Pangeran Saud al Faisal (guardian)
KUWAIT - Kerajaan Arab Saudi akan segera mengakui Dewan Nasional Suriah (oposisi Suriah) sebagai representasi yang sah bagi warga Suriah. Selain Arab Saudi, Prancis juga sudah mengakui Dewan Nasional Suriah yang saat ini sedang berjuang menggulingkan Presiden Bashar al Assad.

"Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, mengatakan pada Dewan Nasional Suriah bahwa negaranya akan segera mengakui Dewan Nasional Suriah sebagai perwakilan yang sah bagi masyarakat Suriah," ujar pejabat Dewan Nasional Suriah Ahmad Ramadan, seperti dikutip AFP, Jumat (27/1/2012).

Pangeran Saud tidak memberitahu dengan jelas, kapan Riyadh akan mengakui oposisi Suriah itu. Arab Saudi juga sudah menarik para tim pemantaunya yang ada di Suriah.

Ramadan yang bertemu dengan Pangeran Saud di Kairo, Mesir juga mengatakan, pangeran dari negeri penghasil minyak itu yakin, Pemerintah Suriah adalah penyebab dari kegagalan misi para tim pemantau Liga Arab.

Hingga saat ini, oposisi Suriah tampak sangat bergantung dengan Prancis. Meski demikian, mereka sempat mengutarakan penolakannya terhadap intervensi asing yang melanggar kedaulatan Suriah.

Selain Dewan Nasional Suriah, kelompok Ikhwanul Muslimin dan beberapa aktivis lain di Suriah dikabarkan bergabung dalam satu fraksi oposisi di negara Arab tersebut.

Hingga saat ini, Suriah pun masih disibukkan dengan demonstrasi anti-pemerintahan yang makin memanas. Suriah juga terancam akan dikenakan sanksi oleh komunitas internasional, karena dianggap gagal meredakan konflik internalnya.

__._,_.___
Recent Activity:
" Minuman para Anbia :  http://higoat-2009.blogspot.com/"

" Anda masih mencari jodoh? Lawati http://www.myjodoh.net"

" Kertas Soalan Ramalan Matematik 2010 :  http://maths-catch.com/exam"

" Kedai Maya : http://halawahenterprise.blogspot.com/"

" Blog Sahabat RG : http://azwandengkil.blogspot.com"

Terima kasih kerana sudi bersama kami. Untuk mendapatkan maklumat lanjut tentang ReSpeKs Group, sila ke : http://respeks-group.blogspot.com.
Segala email yang tersiar melalui Respeks Group adalah tanggungjawab penulis asal email. Owner atau moderator tidak bertanggungjawab ke atas setiap email yang disiarkan dan sebarang dakwa dakwi tiada kena mengena dengan moderator group.

.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment